BISNIS INDONESIA: Jatim gelar pelatihan pemasaran koperasiOleh Adam A. Chevny Rabu, 08 Februari 2012 | 15:40 WIB SURABAYA: D inas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jawa Timur memfasilitasi peningkatan teknis purchasing dan labelling produk terhadap 50 manajer ri tel koperasi s e-Jawa Timur melalui kerja sama dengan Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia (AKRI).
Kegiatan yang berlangsung dua hari itu guna meningkatkan daya saing usaha ritel yang dikelola koperasi, di tengah semakin meluasnya pengoperasian ritel modern berjaringan nasional hingga ke tingkat perdesaan. Imam Sutrisno, Kepala Seksi Industri, Perdagangan dan Pertambangan Bagian Usaha Koperasi Dinkop dan UMKM Jatim, mengatakan pengadaan/pembelian dan pelabelan produk merupakan aspek penting bagi usaha ritel, terutama ritel koperasi yang belum memiliki jaringan kuat dalam mendapatkan barang dagangan. Menurut dia, rendahnya kemampuan teknis tentang manajemen purchasing dan labelling di kalangan ritel koperasi di Jatim mengakibatkan posisi tawarnya terhadap pemasok barang menjadi lemah. “Di Jatim terdapat sekitar 8.000 unit ritel milik koperasi yang kini menghadapi pesaing ritel modern berjaringan nasional. Ritel modern terus bertambah, maka ritel koperasi perlu diupayakan peningkatan daya saingnya,” ujarnya kepada Bisnis hari ini. Hal itu diungkapkan seusai melakukan bimbingan teknis purchasing dan labeling produk bagi koperasi ritel yang berlangsung di Malang, Jatim, pada 7–8 Februari. Kegiatan yang melibatkan konsultan ritel dari AKRI dan PT Efrata Surabaya tersebut diikuti 50 pelaku ritel koperasi berasal dari koperasi karyawan, koperasi wanita, koperasi pegawai Republik Indonesia (KPRI), koperasi pondok pesantren dan koperasi primer lainnya. Imam menambahkan sebagian besar koperasi ritel di Jatim masih dikelola secara konvensional, sehingga tidak berkembang. Namun, sebagian lain telah mengarah terhadap swalayan modern, terutama yang tergabung AKRI, bahkan ada koperasi menjadi pemasok barang bagi koperasi lainnya. “Meluasnya pengoperasian ritel modern berjaringan nasional menjadi pesaing berat bagi koperasi ritel, tetapi koperasi masih punya peluang berupa pembeli tetap yakni para anggotanya,” paparnya. (sut) |